Kali ini kami tidak membahas tentang jalur gaza yang telah lama menjadi
target utama dari roket-roket Israel. Kami akan mencoba mengulas sedikit sejarah tentang kepedulian dan solidaritas Bangsa Indonesia sebagai saudara Palestina.
Disini kami akan memberikan sedikit review tentang tokoh-tokoh yang kita
kenal baik dalam sejarah. Tentunya dikaitkan dengan peristiwa 07 juli 2014 yang
lalu. Mungkin sebagian dari kalian mengingat hari itu diingat sebagai hari dimana
Jerman menundukkan tuan rumah. Ataupun hari penentuan dimana pasangan presiden
dan wakilnya mendapati tempat no. 1 di Indonesia. Tidak mengherankan jika kita
melupakan saudara-saudara kita karena itu. Tahun 2014 ini memang terbilang
suatu ledakan bagi kita dimana even-even besar bertabrakan tak karuan. Tapi
setidaknya kita juga harus menengok sejenak berita tentang bagaimana tangis
mereka disana dibalik canda tawa piala dunia dan obsesi kita terhadap para calon
presiden. Baik, tanpa berkata-kata lagi mari kita simak 2 dari banyak tokoh
terkenal yang menentang tindakan Israel terhadap palestina.
Dr. Ir. Soekarno
Soekarno dilahirkan pada
tanggal 06 Juni 1901 bertempat di Surabaya. Presiden yang sangat disegani oleh
penduduk pribumi maupun asing ini bernama asli Koesno Sosrodihardjo tetapi oleh
masyarakat lebih dikenal dengan panggilan Soekarno. Ayah beliau bernama Raden
Soekemi Sosrodihardjon dan ibu bernama Ida Ayu Nyoman Rai.
Tepatnya pada tahun 1962,
wartawan pernah bertanya pada Soekarno tentang penolakannya terhadap Israel dan
Taiwan, beliau kemudian memberikan jawaban :
“Untuk Taiwan saya rasa urusannya djelas, kami hanya mengakui satu Negara Tjina jaitu RRT, itu jang di daratan, lain negara tidak… dan untuk Israel, selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menantang penjajahan Israel”.
“Untuk Taiwan saya rasa urusannya djelas, kami hanya mengakui satu Negara Tjina jaitu RRT, itu jang di daratan, lain negara tidak… dan untuk Israel, selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menantang penjajahan Israel”.
Jawaban Soekarno tersebut
dipertegas dengan penolakan terhadap Israel untuk turut serta dalam Asian Games
1962. Bukan hanya Indonesia, negara lain pun mengikuti tindakan Bung Karno
sehingga Israel pun tidak dapat mengikuti cabang olahraga sepak bola
dikarenakan tidak ada negara yang ingin bermain dengan mereka.
Saat ini kita ketahui bahwa Israel kembali memborbardir Gaza. Kembali juga perhatian
dunia tertuju pada hal ini. Berbagai negara ikut menentang kebrutalan
tentara-tentara Israel tersebut. Tidak terkecuali oleh Indonesia, yang di implementasikan
oleh penggalangan dana dan solidaritas dari berbagai penjuru negeri.
Melihat solidaritas dari rakyat Indonesia yang sangat tinggi kita dapat
berbangga diri. Seperti halnya kita bisa berbangga atas pernyataan Soekarno diatas.
Tegasnya pernyataan menolak kejahatan kemanusiaan tersebut menggambarkan
keberanian seorang pemimpin bangsa Indoneisa, dan kewibawaannya di kancah
internasional.
Sejarah telah menuliskan dan memberikan
bukti bahwa Palestina tidak akan pernah hancur. Perjuangan Palestina akan
selalu diiringi dari segala penjuru. Dikarenakan tindakan invasi dari Israel yang
sangat tersurat dan nyata. Seluruh negera akan selalu bersama Palestina.
Tercatat jelas pada gambar di atas yang
merupakan pernyataan nyata dari presiden kita yaitu dukungan penuh terhadap
Palestina. Ditambah negara dari segala
penjuru menyatakan solidaritas mereka terhadap Palestina. Mari kita tunggu saja
kehendak Yang Maha Kuasa dalam membalikkan keadaan siapa saja. Dan segala bentuk kebrutalan, penganiayaan,
dan perampasan yang pasti akan hancur.




No comments:
Post a Comment